Dok, Saat ini saya sedang hamil 3 bulan. Bolehkan Ibu Hamil Makan Jeroan? karena ada yang bilang Makan Jeroan dapat menyebabkan Keguguran dan Apa pengaruhnya pada Janin bila kita Memakannya, Terima Kasih Dok.!!!
Saat mengandung, ibu hamil harus lebih selektif dalam memilih makanan, karena apa yang kita makan dapat mempengaruhi kesehatan ibu dan janin. Banyak makanan dan minuman di sekitar kita yang ternyata dikonsumsi dapat berdampak negatif pada ibu dan bayi, baik pada kesehatan dan keselamatan di janin dalam rahim maupun pada kondisi dan perkembangan anak setelah lahir. Bahaya bisa berupa cemaran kuman, mineral berbahaya, atau kandungan zat berbahaya.
Untuk Jeroan, umumnya memiliki kandungan kolesterol tinggi. Dalam jangka panjang dan dalam jumlah besar, kolesterol dapat menyebabkan penyumbatan pembuluh darah, yang pada wanita hamil dapat mempengaruhi suplai oksigen dan nutrisi pada bayi. Selain itu, jeroan mengandung purin tinggi yang dapat memicu pembentukan asam urat dan menyebabkan nyeri sendi. Tentu saja ini tidak nyaman bagi ibu.
Khusus untuk hati ayam, hati mengandung kadar retinol yang tinggi (vitamin A), jauh lebih tinggi daripada kadar buah dan sayuran. Retinol pada bayi, dalam jumlah yang cukup tinggi, dapat menyebabkan kecacatan pada bayi.
Untuk alasan ini, selain hati ayam, jeroan masih relatif diizinkan, tetapi sebisa mungkin jangan terlalu banyak mengonsumsi untuk mencegah risiko kolesterol tinggi dan asam urat. Tetapi untuk jantung ayam, kadar harus sangat terbatas atau jika perlu hindari selama kehamilan untuk kebaikan janin ibu, terutama pada trimester pertama di mana bayi mengalami perkembangan organ.
Bukan berarti ibu hamil tidak boleh mendapat asupan vitamin A sama sekali. Anda bisa, tetapi levelnya terbatas. Ibu dapat memenuhi kebutuhan vitamin A tubuh dari buah dan sumber nabati yang memiliki kadar vitamin A tidak setinggi hati, dan tentunya menghindari risiko kolesterol tinggi dan asam urat.
Makanan Berbahaya Untuk Wanita Hamil Yang Harus Dibatasi atau Dihindari Adalah:
Tips berikut yang harus Anda lakukan terkait dengan konsumsi makanan selama kehamilan:
Saat mengandung, ibu hamil harus lebih selektif dalam memilih makanan, karena apa yang kita makan dapat mempengaruhi kesehatan ibu dan janin. Banyak makanan dan minuman di sekitar kita yang ternyata dikonsumsi dapat berdampak negatif pada ibu dan bayi, baik pada kesehatan dan keselamatan di janin dalam rahim maupun pada kondisi dan perkembangan anak setelah lahir. Bahaya bisa berupa cemaran kuman, mineral berbahaya, atau kandungan zat berbahaya.
Untuk Jeroan, umumnya memiliki kandungan kolesterol tinggi. Dalam jangka panjang dan dalam jumlah besar, kolesterol dapat menyebabkan penyumbatan pembuluh darah, yang pada wanita hamil dapat mempengaruhi suplai oksigen dan nutrisi pada bayi. Selain itu, jeroan mengandung purin tinggi yang dapat memicu pembentukan asam urat dan menyebabkan nyeri sendi. Tentu saja ini tidak nyaman bagi ibu.
Khusus untuk hati ayam, hati mengandung kadar retinol yang tinggi (vitamin A), jauh lebih tinggi daripada kadar buah dan sayuran. Retinol pada bayi, dalam jumlah yang cukup tinggi, dapat menyebabkan kecacatan pada bayi.
Untuk alasan ini, selain hati ayam, jeroan masih relatif diizinkan, tetapi sebisa mungkin jangan terlalu banyak mengonsumsi untuk mencegah risiko kolesterol tinggi dan asam urat. Tetapi untuk jantung ayam, kadar harus sangat terbatas atau jika perlu hindari selama kehamilan untuk kebaikan janin ibu, terutama pada trimester pertama di mana bayi mengalami perkembangan organ.
Bukan berarti ibu hamil tidak boleh mendapat asupan vitamin A sama sekali. Anda bisa, tetapi levelnya terbatas. Ibu dapat memenuhi kebutuhan vitamin A tubuh dari buah dan sumber nabati yang memiliki kadar vitamin A tidak setinggi hati, dan tentunya menghindari risiko kolesterol tinggi dan asam urat.
Makanan Berbahaya Untuk Wanita Hamil Yang Harus Dibatasi atau Dihindari Adalah:
- Seafood yang mengandung merkuri tinggi, seperti tuna, mackerel, bluefish, bass. Merkuri dapat menyebabkan perkembangan otak dan sistem saraf bayi. namun Ikan low-mercury yang masih diperbolehkan adalah ikan lele, salmon, nila, udang, dll.
- Daging mentah dan telur mentah, yang memiliki potensi infeksi bakteri
- Sayuran mentah, berpotensi terinfeksi bakteri toxoplasma gondii. Infeksi kuman ini dapat menyebabkan kematian bayi di dalam rahim, kelainan otak, kebutaan, hidrosefalus.
- Susu yang tidak dipasteurisasi
- Terlalu banyak kafein.
- Untuk rincian porsi per hari dan informasi lebih lanjut yang dapat Anda diskusikan dengan dokter kandungan Anda.
Tips berikut yang harus Anda lakukan terkait dengan konsumsi makanan selama kehamilan:
- Batasi atau hindari makanan yang disebutkan di atas selama kehamilan
- Cuci tangan sebelum makan
- Cuci makanan sebelum diproses
- Pastikan pengolahan daging dan sayur benar-benar matang
- Kebutuhan cairan secukupnya dengan 2 liter air per hari
- Cukuplah kebutuhan nutrisi Anda dan bayi selama kehamilan, tentu saja dari makanan yang kaya nutrisi dan aman
- Jika ada mual, Anda dapat menemui dokter kandungan untuk diberikan obat anti-mual yang aman untuk kandungan. Jangan biarkan Anda dan janin Anda menjadi kurang gizi karena mual dan muntah Anda
